Cara Menghitung Pesangon Karyawan Tetap

pesangon menghitung karyawan phk perusahaan uang

Daftar Isi

Perhitungan Pesangon

perhitungan pph tetap pasal pegawai

Perhitungan pesangon menjadi hal penting bagi karyawan yang telah mengakhiri masa kerjanya. Dalam artikel ini, kami akan membahas secara detail mengenai cara menghitung pesangon karyawan tetap sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Susun Tabel Perhitungan Pesangon

Susunlah tabel perhitungan pesangon berdasarkan masa kerja dan upah terakhir. Tabel ini akan menjadi acuan dalam menentukan besaran pesangon yang berhak diterima oleh karyawan.

Buat Formula Perhitungan Pesangon

Rumus perhitungan pesangon untuk karyawan tetap adalah sebagai berikut:

Pesangon = Masa Kerja x Upah Terakhir

Dimana:

  • Masa Kerja: Jumlah tahun masa kerja karyawan di perusahaan
  • Upah Terakhir: Upah pokok terakhir yang diterima karyawan sebelum berakhirnya masa kerja

Komponen Pesangon

Perhitungan pesangon melibatkan beberapa komponen penting yang perlu dipahami. Mari kita bahas secara detail:

Masa Kerja

  • Masa kerja karyawan menjadi dasar perhitungan pesangon.
  • Hitung masa kerja dalam tahun dan bulan, termasuk masa cuti yang dibayar.

Upah Terakhir

  • Upah terakhir digunakan untuk menghitung pesangon.
  • Termasuk gaji pokok, tunjangan tetap, dan tunjangan tidak tetap yang dibayarkan secara teratur.

Uang Penghargaan Masa Kerja (UPMK)

  • UPMK adalah kompensasi tambahan yang diberikan kepada karyawan tetap.
  • Dihitung berdasarkan masa kerja dan besarnya upah terakhir.

Prosedur Pengajuan Pesangon

pesangon phk uang karyawan undang perhitungan menghitung sesuai besaran kerja ketentuan cipta gadjian pekerja gaji tabel ketenagakerjaan upmk pasal saat

Pengajuan pesangon oleh karyawan tetap mengikuti prosedur tertentu. Karyawan perlu memahami langkah-langkah dan dokumen yang diperlukan untuk memastikan proses yang lancar.

Berikut adalah langkah-langkah pengajuan pesangon:

Langkah-langkah Pengajuan

  1. Menyiapkan surat pengunduran diri yang jelas dan rinci, mencantumkan alasan pengunduran diri dan tanggal efektifnya.
  2. Mengajukan surat pengunduran diri kepada atasan langsung atau departemen SDM.
  3. Mengumpulkan dokumen-dokumen pendukung yang diperlukan, seperti slip gaji, surat keterangan kerja, dan bukti pembayaran pesangon sebelumnya (jika ada).
  4. Membuat perhitungan pesangon berdasarkan ketentuan yang berlaku.
  5. Mengajukan permohonan pesangon secara tertulis kepada perusahaan, disertai dengan dokumen pendukung.
  6. Bernegosiasi dengan perusahaan mengenai besaran dan cara pembayaran pesangon jika diperlukan.
  7. Menandatangani dokumen pelepasan pesangon setelah menerima pembayaran.

Dokumen yang Diperlukan

Dokumen-dokumen yang diperlukan untuk pengajuan pesangon meliputi:

  • Surat pengunduran diri
  • Slip gaji
  • Surat keterangan kerja
  • Bukti pembayaran pesangon sebelumnya (jika ada)
  • Perhitungan pesangon

Contoh Kasus

pesangon menghitung karyawan phk perusahaan uang

Untuk memahami perhitungan pesangon karyawan tetap, berikut adalah contoh kasus yang akan dibahas:

Seorang karyawan bernama Budi bekerja di PT Maju Jaya selama 10 tahun sebagai staf administrasi dengan gaji terakhir Rp5.000.000 per bulan.

Perhitungan Pesangon

  • Masa Kerja: 10 tahun
  • Gaji Terakhir: Rp5.000.000
  • Pesangon: Rp5.000.000 x 10 = Rp50.000.000

Tips Menghadapi Pemutusan Hubungan Kerja

Bagi karyawan tetap yang menghadapi pemutusan hubungan kerja (PHK), penting untuk tetap tenang dan mempersiapkan diri menghadapi masa sulit ini. Berikut beberapa tips yang dapat membantu:

Penting untuk menegosiasikan paket pesangon dan tunjangan lainnya dengan perusahaan. Ini dapat mencakup gaji, tunjangan kesehatan, dan kompensasi waktu yang belum diambil.

Konsultasi dengan Perusahaan

Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan perusahaan tentang alasan PHK dan langkah-langkah selanjutnya. Komunikasi yang jelas dapat membantu memastikan transisi yang lancar dan meminimalkan ketidakpastian.

Related posts